UKT????
Apa itu ukt?apa bedanya dengan uang pangkal?uang semester?banyak dari calon
mahasiswa baru yang tidak mengetahui bahwa ada perbedaan pembayaran biaya
pendidikan di tahun mereka masuk kuliah. Minimnya sosialisasi menyebabkan
ribuan mahasiswa terjebak dalam pahitnya UKT ini. Contohnya saat pengisian data secara online, di website
tersebut terdapat warning ancaman kepada siapa pun yang melakukan pemalsuan
data diancam dengan pembatalan kelulusan..mungkin hal ini dianggap salah makna
bahwa yang memiliki harta banyak lah yang akan diterima di PTN sehingga data
dibuat tidak sesuai dengan fakta yang ada, jadi sistem mengolongkan mereka ke
level tertinggi. Ditambah lagi anggapan bahwa uang tersebut adalah uang pangkal
yang pastinya semester besok tentu yang dibayarkan adalah uang semester yang
tentunya jauh lebih murah dibanding uang pangkal, ditambah lg pendapat-pendapat
bahwa ”Gak mungkin kuliah di negeri mahal..palingan itu uang pangkal beda mah
sama uang semester” jadi bagi yang berpikiran begitu tentu tenang-tenang aja
hingga akhirnya mereka tahu bahwa itu adalah uang yang harus mereka bayarkan di
tiap semesternya barulah jeritan-jeritan derita keluar dari mulut mereka.
Namun, sistem ini juga memiliki banyak kelemahan contohnya saja dari segi luas
rumah, di kampung dan di kota memiliki
persepsi yang berbeda, kalo kita orang Minang tentunya “Rumah Gadang” mau kaya
atau miskin kalo di kota metropolitan punya rumah sendiri aja udah wow banget.
Dari segi jumlah tangunggan kalo di Minang “Anak dipangku kamanakan dibimbiang”
jadi biasa aja Mamak kuliah in kemenakan dan juga anak-anaknya. Kendaraan juga
ditanya!! Padahal gak tau tuh “si sistem” kalo mobil tu sering mogok, keluaran
tahun 90-an atau masih kredit. Belum lagi si Bapak tulang punggung harapan
keluarga yang 1 tahun lagi bakal pensiun, belum lagi kakak yang masih kuliah 2
atau 3 orang. Jadi kayaknya “si Sistem” emang wajib di revisi, harus ada
spesifikasi yang lebih jelas lagi dan sosialisasi cara mengisi data yang baik
dan benar.
Ada
yang bilang UKT itu subsidi silang dari si kaya buat si miskin, saling
membantu. Kalo emang kayak gitu bagus juga kan si kaya dapat pahala, si miskin
bisa kuliah. Tapi gimana sih nuansa perkuliahan antara si level tertinggi,
menengah, terbawah bahkan yang bayar 0 rupiah. Apakah tidak muncul ke-ego-an “
Gue bayar mahal buat kuliah, bro” atau “kok fasilitas sama aja sih.. bayar nya
kan beda” atau “Sok banget sih loh… level loe kan di bawah gue” atau “Kok jajan
tuh anak banyak banget yah.. bukannya gak mampu” atau juga “Level dia kok
dibawah gue?padahal ke kampus bawa motor tuh apaan sih UKT benar-benar gak
adil” apalagi dalam hal per-gadget-an kayaknya gak ada bedanya tuh antara si
kaya dan si mengaku kurang mampu. Ditambah lagi kalo anak exsactra yang
pratikum “Katanya uang tunggal tapi alat pratikum sedia in sendiri duit lagi,
jas labor bikin sendiri!!”Kayaknya kecemburuan para UKT-ers tidak dapat
dihindari, apalagi nih kalo tampak lah para artist kampus yang sok melakoni
peran sebagai rakyat miskin teraniaya yang tidak mampu untuk kuliah ternyata
adalah orang-orang yang mampu… Aduh..aduh!! kayaknya gen koruptor dari zaman
kompeni udah diasah aja nih di dunia perkuliahan…jangan-jangan motto hidupnya
”lebih cepat ..lebih baik” apakah mereka tidak menyadari bahwa itu bukan hak mereka,
mengapa mereka tetap bisa kuliah, hidup, bernapas dengan tenang disaat memakan
hak orang lain. Miris memang disaat calon-calon generasi harapan bangsa justru telah belajar tidak jujur
bahkan dalam memperoleh ilmu apalagi nanti dalam mengisi perut,, mengisi
kantong,,sampai kapan rantai korupsi ini akan putus???.
| STRUGGLE OF LIFE |
.
JUJUR
adalah hal yang paling beharga bahkan dalam dunia kampus,,kalo kita amati
mungkin sekarang tak ada lagi kita jumpai mahasiswa yang hanya punya satu
kemeja putih yang tiap hari dicuci dijemur dicuci dijemur …atau ke kampus
selama 4 tahun selalu memakai sepatu yang sama,,, atau yang pada hari wisuda
nya hanya mampu melihat dari kejauhan teman2nya menggunakan jas terbaik dan
malu menunjukan diri berkemeja kumal dan memakai sendal jepit atau di saat capek-capek pulang pratikum,
pulang kuliah masih melanjutkan hidup mencari uang untuk mengisi perut dan
menyicil uang kuliah sedikit demi sedikit. Perjuangan mereka dalam memperoleh
pendidikan tidak dapat dibandingkan dengan mahasiswa sekarang yang justru di
saat diberi kemudahan dalam segi finansial justru dilalaikan untuk hal-hal yang
sia-sia diharapkan membantu justru membuat terlena. Fasilitas yang ada bukan
dijaga malah dirusak padahal kursi tempat kita duduk, atap tempat kita
berlindung,dinding tempat kita bersandar,lantai tempat kita berpijak berasal
dari kumpulan uang rakyat kecil yang menaruh harapan pada calon-calon pemimpin
bangsa. Disaat kita tamat kuliah melebihi waktu yang ditentukan tanpa kita
sadari kita mengurangi subsidi untuk generasi
baru.
Tak
dapat dipungkiri derita para UKT-ers saat detik-detik pembayaran ukt berat
rasanya mulut ini meminta pada orang tua, saat orang tua mengharapkan
keringanan biaya karna kuliah di negeri justru rasanya sama saja dengan kuliah
di swasta atau bahkan lebih buruk lagi gadai tanah, jual motor,jual ternak,
hutang sana hutang sini, berhenti kuliah pun menjadi pilihan di saat tak mampu
lagi memenuhi UKT. Di saat para UKT-ers peduli dengan kejujuran justru dia juga
terseret dalam jurang penderitaan. Akankah sengsara membawa nikmat?? Hal ini
harusnya menyadarkan kita untuk jujur dalam segala hal..karena perbuatan dusta
kita orang lain yang menanggung derita. Atau mungkin kesengsaraan ini justru membawa kita menjadi seorang Entrepenur sejati atau menjadi penulis tetap di koran lokal ya semacamnya lah yang membuat kita berpikir bagaimana caranya membantu orang tua buat bayar UKT.Buat para UKT-ers mari perjuangkan
hak-hak kita.. berjuang seperi para pejuang2 pendidikan terdahulu.. mungkin
saat nya melanjutkan estafet perjuangan pendidikan. Mungkin penderitaan ini,
akan banyak memberi pelajaran hidup.. belajar dari penderitaan dan ketidak
adilan,, jangan biarkan negeri kita jatuh ke tangan koruptor- koruptor mentah
itu. Saatnya kita sadarkan mereka sebelum mereka benar-benar telah matang dan
bertalenta untuk mengerogoti uang-uang hasil jerih payah rakyat kecil…. Hidup
Mahasiswa!!!!!
No comments:
Post a Comment