Saturday, 24 May 2014

PESAKITAN PARA UKT -ERS

UKT???? Apa itu ukt?apa bedanya dengan uang pangkal?uang semester?banyak dari calon mahasiswa baru yang tidak mengetahui bahwa ada perbedaan pembayaran biaya pendidikan di tahun mereka masuk kuliah. Minimnya sosialisasi menyebabkan ribuan mahasiswa terjebak dalam pahitnya UKT ini. Contohnya  saat pengisian data secara online, di website tersebut terdapat warning ancaman kepada siapa pun yang melakukan pemalsuan data diancam dengan pembatalan kelulusan..mungkin hal ini dianggap salah makna bahwa yang memiliki harta banyak lah yang akan diterima di PTN sehingga data dibuat tidak sesuai dengan fakta yang ada, jadi sistem mengolongkan mereka ke level tertinggi. Ditambah lagi anggapan bahwa uang tersebut adalah uang pangkal yang pastinya semester besok tentu yang dibayarkan adalah uang semester yang tentunya jauh lebih murah dibanding uang pangkal, ditambah lg pendapat-pendapat bahwa ”Gak mungkin kuliah di negeri mahal..palingan itu uang pangkal beda mah sama uang semester” jadi bagi yang berpikiran begitu tentu tenang-tenang aja hingga akhirnya mereka tahu bahwa itu adalah uang yang harus mereka bayarkan di tiap semesternya barulah jeritan-jeritan derita keluar dari mulut mereka. Namun, sistem ini juga memiliki banyak kelemahan contohnya saja dari segi luas rumah, di kampung dan di kota  memiliki persepsi yang berbeda, kalo kita orang Minang tentunya “Rumah Gadang” mau kaya atau miskin kalo di kota metropolitan punya rumah sendiri aja udah wow banget. Dari segi jumlah tangunggan kalo di Minang “Anak dipangku kamanakan dibimbiang” jadi biasa aja Mamak kuliah in kemenakan dan juga anak-anaknya. Kendaraan juga ditanya!! Padahal gak tau tuh “si sistem” kalo mobil tu sering mogok, keluaran tahun 90-an atau masih kredit. Belum lagi si Bapak tulang punggung harapan keluarga yang 1 tahun lagi bakal pensiun, belum lagi kakak yang masih kuliah 2 atau 3 orang. Jadi kayaknya “si Sistem” emang wajib di revisi, harus ada spesifikasi yang lebih jelas lagi dan sosialisasi cara mengisi data yang baik dan benar.
Ada yang bilang UKT itu subsidi silang dari si kaya buat si miskin, saling membantu. Kalo emang kayak gitu bagus juga kan si kaya dapat pahala, si miskin bisa kuliah. Tapi gimana sih nuansa perkuliahan antara si level tertinggi, menengah, terbawah bahkan yang bayar 0 rupiah. Apakah tidak muncul ke-ego-an “ Gue bayar mahal buat kuliah, bro” atau “kok fasilitas sama aja sih.. bayar nya kan beda” atau “Sok banget sih loh… level loe kan di bawah gue” atau “Kok jajan tuh anak banyak banget yah.. bukannya gak mampu” atau juga “Level dia kok dibawah gue?padahal ke kampus bawa motor tuh apaan sih UKT benar-benar gak adil” apalagi dalam hal per-gadget-an kayaknya gak ada bedanya tuh antara si kaya dan si mengaku kurang mampu. Ditambah lagi kalo anak exsactra yang pratikum “Katanya uang tunggal tapi alat pratikum sedia in sendiri duit lagi, jas labor bikin sendiri!!”Kayaknya kecemburuan para UKT-ers tidak dapat dihindari, apalagi nih kalo tampak lah para artist kampus yang sok melakoni peran sebagai rakyat miskin teraniaya yang tidak mampu untuk kuliah ternyata adalah orang-orang yang mampu… Aduh..aduh!! kayaknya gen koruptor dari zaman kompeni udah diasah aja nih di dunia perkuliahan…jangan-jangan motto hidupnya ”lebih cepat ..lebih baik” apakah mereka tidak menyadari bahwa itu bukan hak mereka, mengapa mereka tetap bisa kuliah, hidup, bernapas dengan tenang disaat memakan hak orang lain. Miris memang disaat calon-calon generasi harapan  bangsa justru telah belajar tidak jujur bahkan dalam memperoleh ilmu apalagi nanti dalam mengisi perut,, mengisi kantong,,sampai kapan rantai korupsi ini akan putus???.
STRUGGLE OF LIFE
.
JUJUR adalah hal yang paling beharga bahkan dalam dunia kampus,,kalo kita amati mungkin sekarang tak ada lagi kita jumpai mahasiswa yang hanya punya satu kemeja putih yang tiap hari dicuci dijemur dicuci dijemur …atau ke kampus selama 4 tahun selalu memakai sepatu yang sama,,, atau yang pada hari wisuda nya hanya mampu melihat dari kejauhan teman2nya menggunakan jas terbaik dan malu menunjukan diri berkemeja kumal dan memakai sendal jepit  atau di saat capek-capek pulang pratikum, pulang kuliah masih melanjutkan hidup mencari uang untuk mengisi perut dan menyicil uang kuliah sedikit demi sedikit. Perjuangan mereka dalam memperoleh pendidikan tidak dapat dibandingkan dengan mahasiswa sekarang yang justru di saat diberi kemudahan dalam segi finansial justru dilalaikan untuk hal-hal yang sia-sia diharapkan membantu justru membuat terlena. Fasilitas yang ada bukan dijaga malah dirusak padahal kursi tempat kita duduk, atap tempat kita berlindung,dinding tempat kita bersandar,lantai tempat kita berpijak berasal dari kumpulan uang rakyat kecil yang menaruh harapan pada calon-calon pemimpin bangsa. Disaat kita tamat kuliah melebihi waktu yang ditentukan tanpa kita sadari kita mengurangi subsidi  untuk generasi baru.

Tak dapat dipungkiri derita para UKT-ers saat detik-detik pembayaran ukt berat rasanya mulut ini meminta pada orang tua, saat orang tua mengharapkan keringanan biaya karna kuliah di negeri justru rasanya sama saja dengan kuliah di swasta atau bahkan lebih buruk lagi gadai tanah, jual motor,jual ternak, hutang sana hutang sini, berhenti kuliah pun menjadi pilihan di saat tak mampu lagi memenuhi UKT. Di saat para UKT-ers peduli dengan kejujuran justru dia juga terseret dalam jurang penderitaan. Akankah sengsara membawa nikmat?? Hal ini harusnya menyadarkan kita untuk jujur dalam segala hal..karena perbuatan dusta kita orang lain yang menanggung derita. Atau mungkin kesengsaraan ini justru membawa kita menjadi seorang Entrepenur sejati atau menjadi penulis tetap di koran lokal ya semacamnya lah yang membuat kita berpikir bagaimana caranya membantu orang tua buat bayar UKT.Buat para UKT-ers mari perjuangkan hak-hak kita.. berjuang seperi para pejuang2 pendidikan terdahulu.. mungkin saat nya melanjutkan estafet perjuangan pendidikan. Mungkin penderitaan ini, akan banyak memberi pelajaran hidup.. belajar dari penderitaan dan ketidak adilan,, jangan biarkan negeri kita jatuh ke tangan koruptor- koruptor mentah itu. Saatnya kita sadarkan mereka sebelum mereka benar-benar telah matang dan bertalenta untuk mengerogoti uang-uang hasil jerih payah rakyat kecil…. Hidup Mahasiswa!!!!!

No comments:

Post a Comment