For Happy Milad Assalam 2013 and My secawan
INDAHNYA PERSAHABATAN
Masuknya FSI ke dalam
lingkungan SMF YIB Bukittinggi kurang disambut antusias oleh masyarakatnya.
Hanya segelintir orang yang gembira dengan datangnya rohis ini.”Adek-adek nanti
abis sholat Jum’at kita ada Pembukaan FSI di sekolah. Semua wajib datang absen
nanti akan diserahkan ke Bapak Kepala Sekolah”ancam uni Eysa pelopor FSI. Maka
dengan terpaksa kami para siswa baru datang dan hanya segelintir senior yang
datang. Melihat kakak-kakak yang cuap cuap di depan seperti guru agama saja
tidak terlalu menarik, datang hanya untuk mengisi absen. Esoknya ternyata
absensi gak di kasih ke pak kepsek, puluhan umpatan pun menghujati FSI karena
modus yang mereka berikan. Setelah itu seleksi alam dalam FSI pun berlangsung,
siswa dari kelas 1 B yang jadi hadirin loyal buat FSI. Yang paling mencolok itu
di kelas B adalah Diyah dan Hafidzah sebagai aktivis FSI. Tahun pertama ku di
SMF hanya dekat dengan anak anak kelas 1B kurang dekat sama anak 1A dan di
tahun kedua saat kelas kembali diacak antara A dan B, namanya juga baru
penyesuaian jadi ada korslet sedikit antar genk A dan genk B tentu dapat dimaklumi. Mungkin ini yang
dinamakan hidayah, aku yang masuk ke kelas 2A didekatkan oleh Allah dengan
seorang calon teman sejatiku Hafidzah. Dia adalah siswa kelas 2B waktu itu
dengan suara teduhnya dia mengajak ku mendatangi FSI saat itu ialah Ramadhan di
tahun 2010,”Fetty nanti datang FSI ya mumpung Ramadhan gak da salahnya kan buat
nambah amal, nambah ilmu juga daripada di rumah ya kan?”dengan anggukan saja ku
jawab pertanyaan itu. Mungkin memang benar adanya syaithan itu diikat di bulan
Ramadhan buktinya saja entah mengapa aku menghadiri FSI untuk kedua kalinya,
pertamanya waktu pembukaan dan aku pun datang sendiri tanpa
teman-teman.Ternyata kondisi FSI sekarang dengan pembukaan dulu jauh
berbeda,dulu itu antara cewek dan cowok digabung sekarang ada FSI Ar Rijal sama
FSI Annisa. Nah ditambah lagi Menthor FSI Annisa kami ini adalah akhwat yang
kecantikan hatinya menandingi kecantikan wajahnya. Aku sangat terpesona saat
mendengar cerita perjuangan hijabnya,”Kakak tu malu dek kalo ingat waktu kak
SMP masih pake baju kaos lengan pendek. Kakak sekarang udah jalan 6 tahun
berjilbab rapi.Waktu itu ada sedikit ujian dari Allah, jadi waktu kakak baru
masuk kuliah kebidanan saat ngukur baju kakak tu bilang ke ibunya bu Dita
dibikinin rok aja trus jilbabnya yang panjang buk trus ibunya bilang gak bisa
gitu dek karena kan mahasiswa kebidanan pake celana trus jilbabnya emank segini
coba bilang ke kepala STIKES nya dek ibuk kan cuma jalanin tugas. Trus kakak
datengin Ibu Kepalanya kakak jelasin gimana kondisi kakak ke ibuk itu tapi ibuk
itu gak suka marah-marah ma kakak akhirnya dengan perdebatan panjang ibu tu mau
menyetujuinya.Adek tau gak kita tu sesama perempuan ada batasan auratnya yaitu
dada hingga ke lutut, waktu tahun pertama kakak kuliah kakak kan asrama Ya
Allah dek teman kakak tu pakaiannya
masya Allah ternyata ujian buat kakak masih berlanjut ya. Tapi Alhamdulillah
sekarang kakak dah tinggal di wisma”. Begitulah kak Dita ia pandai sekali
menarik perhatian ku, tiap kata yang ia ucapkan pun merasuk ke dalam kalbuku. Selalu
terpesona dengan penjelasan tentang Hijab dalam Al Qur’an, kalo mengulurkan
jilbab itu harus sampai dada,bagaimana jilbab yang syar’I, dan wanita yang
tidak berhijab jangankan masuk syurga
mencium bau syurga pun di padang mahsyar tidak bisa. Begitu banyak ilmu yang
baru ku dapat dari FSI, berbeda dari pelajaran agama di sekolah. Setelah
beberapa kali mengikuti FSI, Hafizd begitu aku memanggil Hafidzah mengajak aku
pergi perkumpulan FSI se SMA Bukittinggi, entahlah bagiku ku itu terasa
bagaikan Undangan Kehormatan . Dengan teman FSI lainnya kami hadiri pertemuan
itu. Bertemu dengan kawan baru dari SMA 1 sampai SMA 5 berkenalan, bercengkrama
bersatu menjalin ukhuwah. Hey, bukankah itu slogan ASSALAM ya itulah ternyata
pertemuan FSI se SMA Bukittinggi itu adalah ASSALAM Bukittinggi. Hafidz
lagi-lagi setiap hasutannya yang dahsyat itu tidak dapat ku tolak, kali ini dia
mengajak ku jualan sticker ASSALAM ke sekolah dan respon tetap dengan sama
selalu mendengarkannya.”Lhana nio bali stikcer ASSALAM..ASSALAM itu bla bla
bla”, target pertama jualan ku.”Bersatu menjalin ukhuwah???? Apo arti nyo tu
peti”,tanya nya.”Ukhuwah itu ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih
sayang,cinta, dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, dimana
keterpautan jiwa itu ditautkan oleh
ikatan akidah Islam, iman dan taqwa.”jelasku. Sejak itu Lhana mempopulerkan
kata ukhuwah di sekolah, kalo udah ada masalah dia selalu bilang,”Dima latak
ukhuwah kalian”. Hasutan Hafizd berlanjut lagi kawan, kali ini dia ajak aku
untuk ikut Al Hijamah ( bekam ) bersama salah satu kawan kami dari ASALAM
Ningsih namanya. Dia yang ajak duluan, fetty yang duluan bekam. Tapi waktu
belajar bekam nya kita bareng kok, belajar otodidak aja sama ningsih dan kak
Reni. Setelah ini perjuangan kami sosialisasi bekam ke sekolah kami, keluarga
dan lingkungan. Mencoba membuka pintu rezeki Allah dengan jalan ini, dunia
dapat akhirat pun dapat. Bahkan ada hadist yang menyebutkan sebaik-baik manusia
adalah bekamer karena ia mengeluarkan penyakit dari tubuh seseorang. Dan saat
salah satu diantara kami ingin bekam, kami gantian bekamin nya gak perlu keluar
duit kan.Kalo datang ke klinik harus bayar donk. Pernahkah mendengar hadist
saling memberi hadiah lah kalian agar hilang rasa dengki antara kalian. Hafiz
tau sekali karakterku yang senang diberi hadiah, waktu ultahku dia beri aku
sebuah jilbab yang ukuranya lebih besar dari yang biasa aku pakai. Aku senang karena
dapat hadiah, untuk menghargai pemberiannya aku pakai ke sekolah. Awalnya tidak
nyaman karena ukurannya, tapi lama-lama aku merasa terlindungi dengan hijabku.
Hafiz usianya memang lebih kecil dariku, tapi jiwanya mentalnya jauh
melampauiku. Maka patutlah ia yang jadi Ketua FSI AN NISA menggantikan ni eysa.
Saat ada perlombaan MTQ di sekolah pun ia pula yang berhak menerima amanah
ini.Walaupun aku sering mengkritisasi ucapannya tapi ia tetap sabar
menghadapiku. Walaupun sering berdebat tapi aku selalu yang datang padanya karena
aku butuh sosoknya bahkan sampai sekarang. Aku sering menyanyikan lagu ini
untuknya,”Selama ini ku mencari-cari
teman yang sejati buat menemani perjuangan suci. Bersyukur kini pada-Mu Illahi teman
yang dicari selama ini telah kutemui”. Hafidzah memang teman sejatiku yang
diberikan Allah, teman yang mengajak ke jalan Allah. Teman yang memikirkan
sesuatu yang baik dan benar untuk kita bukan untuk asal kita senang saja.
Sekarang kami telah terpisah oleh ruang, Hafidzah sekarang bekerja di Pekanbaru
tinggal bersama oran tuanya. Anak semata wayang ini tau sekali cara berbakti
pada orang tua, akhlakmu selalu membuat ku iri kawan. Saat saat bersamamu
dahulu adalah ladang pahala dan ilmu bagiku. Saat kita berbagi bunga di Hari
Ibu, saat kita menyebar proporsal untuk Ta’jil Ramadhan, saat sibuk kita
mengurus acara MTQ, masa kebersamaan kita di ASSALAM, liqoq bersama Uni ii,
bikin pizza di rumah ni ii, nge juzzi bareng FSI, makan jama’ah sebelum FSI,
Sholat Dzuhur di hari Jum’at Jamaah, saling murraja’ah begitu banyak kegiatan
penuh amal ku bersama mu. Do’a ku pada-Mu Ya Allah jagalah teman sejatiku
Hafidzah untuk selalu berada di jalan-Mu. Andai kami masih diizinkan untuk
melanjutkan perjuangan ini Ya Allah semoga di tahun 2014 Hafidzah lulus di
Fakultas Farmasi Unand… Aamiiin Ya Rabb.
No comments:
Post a Comment