Tuesday, 5 November 2013

For Happy Milad Assalam 2013 and My secawan

INDAHNYA PERSAHABATAN

Masuknya FSI ke dalam lingkungan SMF YIB Bukittinggi kurang disambut antusias oleh masyarakatnya. Hanya segelintir orang yang gembira dengan datangnya rohis ini.”Adek-adek nanti abis sholat Jum’at kita ada Pembukaan FSI di sekolah. Semua wajib datang absen nanti akan diserahkan ke Bapak Kepala Sekolah”ancam uni Eysa pelopor FSI. Maka dengan terpaksa kami para siswa baru datang dan hanya segelintir senior yang datang. Melihat kakak-kakak yang cuap cuap di depan seperti guru agama saja tidak terlalu menarik, datang hanya untuk mengisi absen. Esoknya ternyata absensi gak di kasih ke pak kepsek, puluhan umpatan pun menghujati FSI karena modus yang mereka berikan. Setelah itu seleksi alam dalam FSI pun berlangsung, siswa dari kelas 1 B yang jadi hadirin loyal buat FSI. Yang paling mencolok itu di kelas B adalah Diyah dan Hafidzah sebagai aktivis FSI. Tahun pertama ku di SMF hanya dekat dengan anak anak kelas 1B kurang dekat sama anak 1A dan di tahun kedua saat kelas kembali diacak antara A dan B, namanya juga baru penyesuaian jadi ada korslet sedikit antar genk A dan genk B  tentu dapat dimaklumi. Mungkin ini yang dinamakan hidayah, aku yang masuk ke kelas 2A didekatkan oleh Allah dengan seorang calon teman sejatiku Hafidzah. Dia adalah siswa kelas 2B waktu itu dengan suara teduhnya dia mengajak ku mendatangi FSI saat itu ialah Ramadhan di tahun 2010,”Fetty nanti datang FSI ya mumpung Ramadhan gak da salahnya kan buat nambah amal, nambah ilmu juga daripada di rumah ya kan?”dengan anggukan saja ku jawab pertanyaan itu. Mungkin memang benar adanya syaithan itu diikat di bulan Ramadhan buktinya saja entah mengapa aku menghadiri FSI untuk kedua kalinya, pertamanya waktu pembukaan dan aku pun datang sendiri tanpa teman-teman.Ternyata kondisi FSI sekarang dengan pembukaan dulu jauh berbeda,dulu itu antara cewek dan cowok digabung sekarang ada FSI Ar Rijal sama FSI Annisa. Nah ditambah lagi Menthor FSI Annisa kami ini adalah akhwat yang kecantikan hatinya menandingi kecantikan wajahnya. Aku sangat terpesona saat mendengar cerita perjuangan hijabnya,”Kakak tu malu dek kalo ingat waktu kak SMP masih pake baju kaos lengan pendek. Kakak sekarang udah jalan 6 tahun berjilbab rapi.Waktu itu ada sedikit ujian dari Allah, jadi waktu kakak baru masuk kuliah kebidanan saat ngukur baju kakak tu bilang ke ibunya bu Dita dibikinin rok aja trus jilbabnya yang panjang buk trus ibunya bilang gak bisa gitu dek karena kan mahasiswa kebidanan pake celana trus jilbabnya emank segini coba bilang ke kepala STIKES nya dek ibuk kan cuma jalanin tugas. Trus kakak datengin Ibu Kepalanya kakak jelasin gimana kondisi kakak ke ibuk itu tapi ibuk itu gak suka marah-marah ma kakak akhirnya dengan perdebatan panjang ibu tu mau menyetujuinya.Adek tau gak kita tu sesama perempuan ada batasan auratnya yaitu dada hingga ke lutut, waktu tahun pertama kakak kuliah kakak kan asrama Ya Allah dek teman kakak  tu pakaiannya masya Allah ternyata ujian buat kakak masih berlanjut ya. Tapi Alhamdulillah sekarang kakak dah tinggal di wisma”. Begitulah kak Dita ia pandai sekali menarik perhatian ku, tiap kata yang ia ucapkan pun merasuk ke dalam kalbuku. Selalu terpesona dengan penjelasan tentang Hijab dalam Al Qur’an, kalo mengulurkan jilbab itu harus sampai dada,bagaimana jilbab yang syar’I, dan wanita yang tidak berhijab jangankan  masuk syurga mencium bau syurga pun di padang mahsyar tidak bisa. Begitu banyak ilmu yang baru ku dapat dari FSI, berbeda dari pelajaran agama di sekolah. Setelah beberapa kali mengikuti FSI, Hafizd begitu aku memanggil Hafidzah mengajak aku pergi perkumpulan FSI se SMA Bukittinggi, entahlah bagiku ku itu terasa bagaikan Undangan Kehormatan . Dengan teman FSI lainnya kami hadiri pertemuan itu. Bertemu dengan kawan baru dari SMA 1 sampai SMA 5 berkenalan, bercengkrama bersatu menjalin ukhuwah. Hey, bukankah itu slogan ASSALAM ya itulah ternyata pertemuan FSI se SMA Bukittinggi itu adalah ASSALAM Bukittinggi. Hafidz lagi-lagi setiap hasutannya yang dahsyat itu tidak dapat ku tolak, kali ini dia mengajak ku jualan sticker ASSALAM ke sekolah dan respon tetap dengan sama selalu mendengarkannya.”Lhana nio bali stikcer ASSALAM..ASSALAM itu bla bla bla”, target pertama jualan ku.”Bersatu menjalin ukhuwah???? Apo arti nyo tu peti”,tanya nya.”Ukhuwah itu ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang,cinta, dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, dimana keterpautan  jiwa itu ditautkan oleh ikatan akidah Islam, iman dan taqwa.”jelasku. Sejak itu Lhana mempopulerkan kata ukhuwah di sekolah, kalo udah ada masalah dia selalu bilang,”Dima latak ukhuwah kalian”. Hasutan Hafizd berlanjut lagi kawan, kali ini dia ajak aku untuk ikut Al Hijamah ( bekam ) bersama salah satu kawan kami dari ASALAM Ningsih namanya. Dia yang ajak duluan, fetty yang duluan bekam. Tapi waktu belajar bekam nya kita bareng kok, belajar otodidak aja sama ningsih dan kak Reni. Setelah ini perjuangan kami sosialisasi bekam ke sekolah kami, keluarga dan lingkungan. Mencoba membuka pintu rezeki Allah dengan jalan ini, dunia dapat akhirat pun dapat. Bahkan ada hadist yang menyebutkan sebaik-baik manusia adalah bekamer karena ia mengeluarkan penyakit dari tubuh seseorang. Dan saat salah satu diantara kami ingin bekam, kami gantian bekamin nya gak perlu keluar duit kan.Kalo datang ke klinik harus bayar donk. Pernahkah mendengar hadist saling memberi hadiah lah kalian agar hilang rasa dengki antara kalian. Hafiz tau sekali karakterku yang senang diberi hadiah, waktu ultahku dia beri aku sebuah jilbab yang ukuranya lebih besar dari yang biasa aku pakai. Aku senang karena dapat hadiah, untuk menghargai pemberiannya aku pakai ke sekolah. Awalnya tidak nyaman karena ukurannya, tapi lama-lama aku merasa terlindungi dengan hijabku. Hafiz usianya memang lebih kecil dariku, tapi jiwanya mentalnya jauh melampauiku. Maka patutlah ia yang jadi Ketua FSI AN NISA menggantikan ni eysa. Saat ada perlombaan MTQ di sekolah pun ia pula yang berhak menerima amanah ini.Walaupun aku sering mengkritisasi ucapannya tapi ia tetap sabar menghadapiku. Walaupun sering berdebat tapi aku selalu yang datang padanya karena aku butuh sosoknya bahkan sampai sekarang. Aku sering menyanyikan lagu ini untuknya,”Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci. Bersyukur kini pada-Mu Illahi teman yang dicari selama ini telah kutemui”. Hafidzah memang teman sejatiku yang diberikan Allah, teman yang mengajak ke jalan Allah. Teman yang memikirkan sesuatu yang baik dan benar untuk kita bukan untuk asal kita senang saja. Sekarang kami telah terpisah oleh ruang, Hafidzah sekarang bekerja di Pekanbaru tinggal bersama oran tuanya. Anak semata wayang ini tau sekali cara berbakti pada orang tua, akhlakmu selalu membuat ku iri kawan. Saat saat bersamamu dahulu adalah ladang pahala dan ilmu bagiku. Saat kita berbagi bunga di Hari Ibu, saat kita menyebar proporsal untuk Ta’jil Ramadhan, saat sibuk kita mengurus acara MTQ, masa kebersamaan kita di ASSALAM, liqoq bersama Uni ii, bikin pizza di rumah ni ii, nge juzzi bareng FSI, makan jama’ah sebelum FSI, Sholat Dzuhur di hari Jum’at Jamaah, saling murraja’ah begitu banyak kegiatan penuh amal ku bersama mu. Do’a ku pada-Mu Ya Allah jagalah teman sejatiku Hafidzah untuk selalu berada di jalan-Mu. Andai kami masih diizinkan untuk melanjutkan perjuangan ini Ya Allah semoga di tahun 2014 Hafidzah lulus di Fakultas Farmasi Unand… Aamiiin Ya Rabb.



No comments:

Post a Comment